Nov 29, 2012

Contoh Latar Belakang Pembuatan Proposal


            Bahasa merupakan salah satu jembatan penghubung untuk berinteraksi antara sesama manusia. Bahasa adalah alat komunikasi bagi manusia dalam menyampaikan ide, gagasan, ataupun pesan kepada orang lain. Melalui bahasa terungkap sesuatu yang ingin disampaikan pembicara kepada pendengar, penulis kepada pembaca, dan penyapa kepada pesapa. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan bahasa sebagai modal dasar dalam berkomunikasi. Tanpa komunikasi, seseorang tidak dapat berinteraksi dengan orang lain. Secara tradisional bahasa adalah alat untuk berinteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau juga perasaan (Chaer dan Agustina, 1995: 19).
            Keanekabahasaan dalam suatu masyarakat akan selalu menimbulkan masalah. Dalam situasi pertuturan baik formal maupun informal, baik lisan maupun tulis sering ditemukan orang bertutur dengan menggunakan bahasa tertentu tiba-tiba mengganti bahasanya. Menggantikan bahasa diartikan sebagai tindakan mengalihkan bahasa maupun mencampur antara bahasa satu dengan bahasa lainnya. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang bilingual atau dwibahasa, yaitu masyarakat yang menggunakan dua bahasa secara bergantian dalam berkomunikasi. Selain itu, masyarakat Indonesia juga merupakan masyarakat yang multilingual, yaitu penutur menggunakan banyak bahasa secara bergantian dalam berkomunikasi. Latar belakang hidup di dalam masyarakat bilingual dan multilingual membuat orang Indonesia mampu berbicara setidaknya dalam dua bahasa atau lebih. Mereka dapat menggunakan paling tidak bahasa daerahnya (yang biasanya merupakan bahasa ibu) dan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Keanekabahasaan ini menimbulkan masalah, yaitu terjadi penyimpangan bahasa.
            Penyimpangan bahasa itu terjadi karena adanya penggunaan dua bahasa atau lebih dalam masyarakat tutur multilingual yang menyimpang. Penyimpangan itu ditandai dengan adanya pemakaian bahasa Indonesia yang disisipi oleh kosa kata bahasa daerah dan bahasa asing dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun tulis. Misalnya, seorang warga Indonesia yang tidak begitu mahir berbahasa Inggris mengatakan, “I want to go to Australia and I will menetap there.”  Pembicara tersebut menggunakan bahasa Inggris, tetapi di dalam tuturannya ia menyisipkan kata menetap yang berasal dari bahasa Indonesia. Peristiwa ini yang disebut dengan peristiwa interferensi, yaitu penyimpangan norma suatu bahasa karena masuknya bahasa lain. Peristiwa interferensi juga digunakannya unsur-unsur bahasa lain dalam menggunakan suatu bahasa, yang sebagai suatu kesalahan karena menyimpang dari kaidah atau aturan bahasa yang digunakan (Chaer dan Agustina, 1995: 158). Samsuri (dalam Irwan, 2006: 8) mengemukakan bahwa tiap pemakai dari suatu bahasa di dalam bahasa yang lain akan disebut gangguan atau interferensi.
            Interferensi merupakan fenomena penyimpangan kaidah kebahasaan yang terjadi akibat seseorang menguasai dua bahasa atau lebih. Abdulhayi (1985: 8) mengemukakan bahwa interferensi merupakan hambatan sebagai akibat adanya kebiasaan pemakai bahasa ibu (bahasa pertama) dalam penguasaan bahasa yang dipelajari (bahasa kedua). Menurut Nababan (dalam Listioningsih, 2008: 11) mengemukakan interferensi dapat timbul sewaktu mempelajari bahasa daerah, atau bahasa asing, struktur bahasa pertama dimasukkan dalam bahasa kedua atau sebaliknya.
            Chaer dan Agustina (dalam Listioningsih, 2008: 20) yang mengidentifikasi interferensi bahasa menjadi empat macam, meliputi interferensi fonologi, interferensi morfologi, interferensi sintaksis, dan interferensi semantik.
            Alasan peneliti menganalisis interferensi karena sampai sekarang ini khususnya dalam kehidupan sehari-hari masih banyak ditemukan penutur yang memakai bahasa daerah dan bahasa asing serta bahasa Indonesia sekaligus dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun tulis. Misalnya pada kalimat, “ Mereka akan married bulan depan”. Kalimat tersebut merupakan interferensi karena adanya penggunaan kosa kata bahasa Inggris married dalam pemakaian bahasa Indonesia. Kalimat seperti itu juga banyak ditemukan dalam majalah remaja.
            Bahasa erat kaitannya dengan media komunikasi massa. Bentuk media komunikasi massa salah satunya adalah media cetak, yaitu berupa majalah, surat kabar, tabloid, dan lain-lain. Dalam penelitian ini peneliti memilih objek kajiannya berupa majalah. Majalah merupakan salah satu sumber informasi tertulis yang memuat berbagai macam hal dan peristiwa. Di Indonesia terdapat banyak sekali majalah, antara lain Gogirl. Majalah Gogirl merupakan majalah remaja Indonesia. Majalah Gogirl dipilih penulis sebagai objek kajian pada penelitian ini.
            Alasan penulis memilih judul penelitian “Analisis Interferensi Pada Majalah Gogirl (Suatu Tinjauan Sosiolingustik)” dengan berbagai pertimbangan, yaitu masih sedikit penulis yang mengangkat topik tentang interferensi bahasa. Selain itu juga karena tulisan yang tercantum di dalam lembaran majalah Gogirl banyak menggunakan serpihan kosa kata bahasa asing, bahasa daerah (dialek Jakarta, bahasa Jawa) yang disisipi ke dalam kalimat bahasa Indonesia sehingga terjadi pencampuran bahasa yang menyimpang dari kaidah tata bahasa Indonesia. Hal inilah yang disebut dengan interferensi.



Next....

ads

Ditulis Oleh : Alessandro Sitompul Hari: 6:56 PM Kategori:

About & Disclamer

This site purposing to make the simple information about Online Marketing • Accounting • Online Business • Internet Marketing • Financial • E-Book • Investment • Auto Loan • Career Advice • and another information related on it. All article was searching and researching for free article and we give the original link below the post. All Material certain names, words, titles, phrases, logos, designs, graphics, icons and trademarks registered or unregistered featured on this site are owned and copyrighted by their respective companies.